Menyelami samudra luas bercahaya biru
Dengan seruan nyaring menggema dijagat raya
Menjejakkan kaki kedalam jurang yang curam
Tak mungkin
Hela nafas terdengar suram
Kesesakkan mendalam tiada tara
Lelah
Tangis pecah dengan iringan seruling
Tidak ada yang abadi, tidak ada
Hampa menyelimuti udara
Ya, beginilah aku
Tak bisa menatap tegas
Hanya merenung
Gila
Katakanlah aku gila
Aku tak peduli
Karna aku tak mungkin bisa
Bodoh
Tamparan keras mengenaiku
Terhuyung jatuh kebelakang
Tidak
Ini memang aku
Tak mungkin dia, atau sosok lain
Menjelma dikehidupan ini
Terbelenggu oleh Dunia
***
puisi tanpa jiwa.
No comments:
Post a Comment